We offer to serious buyer!
Tea estate and Factory to producing black tea ortodhox and green tea. Located Cianjur.
Total area 146,88 Hectare, tea garden 143,40 Hectare consisting of 1,184,668 tea bush.
First Harvesting 1979, total amount leaf quantity 316.315.
The Highest harvesting at 1994 total amount 748.800 kgs.
Status SHGU. Altitude 780-1200 meters from sea level.
Power Plant : 1 unit turbine 88 hp, 4 unit genset total 734 hp.
Price (IDR) : Rp 15.000.000.000,- (fifthteen billion rupiah).
Di Jual
Kami menawarkan kepada pembeli yang Serius!
Dijual Pabrik dan Perkebunan teh yang memproduksi teh hijau dan teh hitam. Lokasi di Cianjur.
Total lahan 146,88 Hektar, total kebun teh 143,40 Hektar, telah panen 1,184,668 teh.
Tahun penanaman 1979, jumlah panen 316.315 Kg. Panen terbesar tahun 1994 dengan total 748.800 Kg.
Status Tanah SHGU.
Ketinggian dari permukaan laut 780-12.00 meter
Power Plant : 1 unit turbine 88 hp, 4 unit genset total 734 hp
Harga : Rp 15.000.000.000,- (lima belas milyar rupiah).
Juli 17, 2007 pukul 8:51 am |
Dijual..?
Agustus 18, 2007 pukul 9:53 pm |
DR. PAUL’s Child Health and Wellness Info Site
Useful, thank you!
Agustus 20, 2007 pukul 1:57 pm |
Yahweh’s New Covenant Assembly
Useful, thank you!
Agustus 23, 2007 pukul 12:13 pm |
Scottish Re | The Global Life Reinsurance Specialist
Thank you for your post!
November 15, 2007 pukul 9:18 pm |
Is this part of the original estates of the P & T lands?
Maret 10, 2008 pukul 2:52 am |
huu’uhh hee’eeh hii’iih
Maret 11, 2008 pukul 9:41 am |
Kenapa perkebunan teh harus dijual..! buat saja sendiri >> buat produksi teh baru >> teh nita – teh ana – teh yayuk – teh ida kalau perlu teh riva deh!
Salam saja..!
April 13, 2008 pukul 4:01 pm |
kenapa di jual duh sayang.. itu kan ciri khas Cianjur.. terkenal dengan perkebunan tehnya. kok malah dijual..
Mei 23, 2008 pukul 5:33 am |
kirain 15.000.000 ternyata masih kurang 3 0 nya ..
maaf ..
Mei 30, 2008 pukul 4:32 pm |
kitu tah ari niat awalna hayang ngarawu kusiku teh… matakna, niatan ti awal nyieun usaha jang kapentingan jalma loba…….
Juli 13, 2008 pukul 3:30 pm |
Gimana seh msa mau dijual..??
kebun teh itukan tempat saya istirahat kalo capek, pas saya mau pulang kampung ke Agrabinta.
Tapi…tempat wisata “panyairan” nya di jual gak”??
Juli 16, 2008 pukul 5:52 am |
yah kalau di jual itu mah hak yang punya,yang penting jangan sampai di hilangkan saja kebun teh nya.
Januari 13, 2009 pukul 12:55 am |
lokasinya dimana? jangan hilangkan ciri khas cianjur selatan…….kalo memang masalah perekonomian saya anjurkan untuk tetap bertahan…..
September 4, 2009 pukul 9:57 am |
Ada contact number dan emailnya ? mohon informasi, ASAP.
Thanks.
Oktober 5, 2009 pukul 8:42 am |
knapa kebun teh harus dijual, itu warisan nenek moyang. n’tar klo yang belinya orang luar negeri gimana,.? perlahan-lahan negera ini akan habis terjual kepada orang luar. daripada di jual mendingan buat proposal pengajuan ke departemen pertanian, supaya diberi suntikan modal/dikasi jalan keluar selain harus di jual. cobalah berpikir positif dan lebih kreatif, sebab klo udah di jual ga mungkin bisa kembali lagi, penyesalan bakalan datang belakangan. so jangan buat dirimu menyesal nantinya.thanx’s