Info BloG

pungli3fj1.jpgAnda tidak sepenuhnya salah jika memandang sebelah mata tentang fenomena dunia weblog (melakukan aktifitas blog melalui situs web) di Internet. Tapi itu hanya berlaku beberapa tahun lalu. Saat ini Anda musti hati-hati untuk tetap bertahan pada pandangan Anda.

Anda tidak sepenuhnya salah jika memandang sebelah mata tentang fenomena dunia anto-bilang.gifweblog (melakukan aktifitas blog melalui situs web) di Internet. Tapi itu hanya berlaku beberapa tahun lalu. Saat ini Anda musti hati-hati untuk tetap bertahan pada pandangan Anda.

Blog, memang lahir dari “dunia bawah”. Dunia “iseng” yang dianggap main-main oleh kalangan mapan. Saat membaca blog sering terlintas di pikiran: bagaimana orang bisa seterbuka itu mengungkapkan sesuatu tentang dirinya? Bagaimana mungkin sebuah catatan harian yang personal boleh dibaca di seluruh penjuru dunia?

Sebagaimana telaah teori sosial, sebuah komunitas yang eksis selalu dibentuk oleh klik atau kerumunan kecil, demikian juga dengan fenomena komunitas blogger. Dari “dunia bawah yang iseng” tersebut menggurita menjadi komunitas yang bahkan mampu membuat para pengelola mainstream media mengkoreksi eksistensi mereka.

linksukanagara.jpgKalangan pebisnis pun tersentak dari tidur lelapnya tentang kemampuan mereka mengarahkan selera pasar. Saat ini bahkan korporasi besar sekalipun hampir tidak mungkin lagi untuk sepenuhnya menebarkan arogansi terhadap produk dan layanan mereka. Blog mampu memobilisasi massa sedemikian rupa, sehingga cacat produk dan layanan menjadi begitu mudahnya tersebar. Bahkan kekuatan blog mampu mempengaruhi pilihan publik terhadap suatu produk dan jasa.

Kekuatan tersebut bermula dari munculnya teknologi yang memungkinkan seseorang untuk mempublikasikan pikirannya pada sebuah halaman web. Kelihatan sederhana? Memang. Namun, bukan itu masalahnya. Yang kemudian terjadi adalah halaman demi halaman yang berisi pikiran manusia itu terhubung satu dengan yang lain membentuk suatu kekuatan dan “peta pikiran” yang besar dan terpola. Dan itu bisa dilakukan dengan biaya yang nyaris nol rupiah -karena banyaknya jasa weblog gratis di internet.

Lalu, dominasi mainstream media dan korporasi besar terhadap publik diam-diam tergerogoti. Fenomena blog perlahan tapi pasti telah menciptakan konsep baru tentang media massa. Tidak ada lagi penerbit yang berkuasa mengarahkan selera publik, karena dengan fenomena blog ini publik-lah yang “menciptakan media untuk massa”.

Yakinkah anda ?

Di sadur dari :Lihat di sini !

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: